Indonesian  English

Powered by Translate
  • Instagram
  • Subcribe to Our RSS Feed

Bosowa Berlian Motor Yakin Penjualan Masih Akan Tumbuh

Jul 31, 2013   //   by edy junaedy syaf   //   Berita  //  No Comments

Syamsul Arifin

Syamsul Arifin, Managing Director PT Bosowa Berlian Motor

Mitsubishi masih menjadi leader pada kendaraan segmen niaga atau komersial, terutama dengan truk Fuso Mitsubishi dan Colt Diesel. Namun, persaingan dan tantangan yang dihadapi pada semester I/2013 tidaklah kecil dan sempat membuat para agen tunggal pemegang merek (ATPM) ngos-ngosan.

Namun, bukan pebisnis kalau tidak bisa menangkap peluang. Semester kedua ini, pasar diprediksi semakin membaik. Bagaimana peluang segmen niaga di kawasan Timur Indonesia (KTI) pada semester II/2013?

Berikut ini petikan wawancara Bisnis Indonesia dengan Syamsul Arifin, Managing Director PT Bosowa Berlian Motor, dealer resmiMitsubishi Motors dan Mitsubishi Fuso Truck & Bus untuk wilayah KTI.

Bagaimana sebenarnya penjualan Mitsubishi pada semester I/2013 di Indonesia bagian timur?

Secara nasional khusus untuk kami memang sedikit di luar ekspektasi, tumbuh tapi tidak signifikan. Hampir semua merek awalnya berekpektasi besar untuk pasar mobil 2013, ternyata pada semester I/2013 belum sesignifikan yang direncanakan karena beberapa faktor.

Awalnya, untuk KTI kami mencanangkan pertumbuhan hingga 30%, tetapi dalam perjalanan satu semester kemarin penjualan hanya naik 4,7%. Jika melihat target optimistis, seharusnya kami sudah tumbuh 15%.

Kondisi ini membuat kami harus melakukan diversifikasi produk yang membuat pertempuran semakin sengit dan hal ini bisa dirasakan semua merek. Hampir semua produk menawarkan diskon. Yang dahulu pamali untuk memberi diskon, sekarang sudah terang-terangan.

Bahkan, beberapa produk mobil mewah diberi potongan harga. Padahal dalam sejarahnya, tidak pernah mobil mewah didiskon karena itu merupakan kebanggaan. Mobil mewah jika didiskon akan berefek kepada pengguna yang lama.

Dalam pertempuran, diskon itu senjata terakhir, tetapi karena mau tidak mau ya akhirnya keluar juga di awal-awal.

Seberat apa tantangan semester pertama bagi Bosowa Berlian Motor sebagai diler resmi Mitsubishi sendiri?

Kondisi kami “diperburuk” karena berposisi sebagai market leader di segmen komersial. Segmen komersial itu biasanya identik juga dengan belanja pemerintah karena proyek. Pada saat proyek pemerintah bergulir, para kontraktor maupun sub-kontraktor bisanya bergerak.

Sampai semester satu kemarin hampir bisa dikatakan kecil sekali dana APBN yang turun, sehingga berdampak kepada segmen niaga.

Kemudian, beberapa sektor kita seperti tambang juga mengalami gangguan karena regulasi pemerintah sehingga kami alihkan target pasar ke distribusi, perdagangan umum dan skala usaha yang lain seperti perkebunan.

Inilah yang kami alihkan, sehingga memang pertumbuhan tidak seperti yang diharapkan.

Bagaimana dengan tantangan di periode enam bulan kedua tahun ini?

Pada semester kedua ini kami optimistis terjadi pertumbuhan signifikan. Karena, pertama, di beberapa wilayah terdampak dari belanja pemerintah setelah belanja pemerintah turun. Sinyal dari Menteri Keuangan sudah oke. Kami prediksi mulai September-Oktober-November itu akan bergerak naik.

Kenapa Juli-Agustus ini belum?

Juli ini masih ada efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, ditambah lagi bulan Ramadan dan tahun ajaran baru. Sehingga komplikasinya luar biasa pada Juli ini untuk segmen niaga. Biasanya pada tahun ajaran baru ada pengaruh kepada penjualan kendaraan, demikian juga Ramadan dan Lebaran.

Faktor-faktor tersebut menjadi satu, sehingga pasar itu akan mulai running sesuai dengan yang kami harapkan pada September. Kalaupun ada yang mulai running Juli-Agustus itu biasanya segmen passenger karena akan Lebaran, orang butuh kendaraan baru.

Tetapi kami leading bukan di segmen passenger, kami leading di segmen niaga. Sehingga pembelian mobil untuk keperluan niaga pada Ramadan ini akan ditunda, baru setelah muncul proyek pemerintah akan mulai naik, sehingga penjualan kami bisa rebound.

Adapun kontribusi kendaraan passenger kami, terhadap total penjualan, baru sekitar 18%, kemudian 42% komersial, sisanya kendaraan LCC seperti L300, TS dan Strada Triton.

Berapa target revisi setelah melewati satu semester?

Kami prediksi hingga akhir tahun penjualan akan tumbuh hingga 17%, dikoreksi dari sebelumnya 30%. Kami masih optimistis bisa tumbuh 17% untuk tahun ini karena relatif masih ada waktu tiga bulan, September hingga November.

Pada Desember grafiknya akan turun lagi karena orang mau Natal dan Tahun Baru. Selain itu, biasanya orang menahan pembelian di akhir tahun karena menunggu tahun baru.

Jadi sekarang ini semua sudah siap-siap untuk lari, kami sudah menyiapkan senjata untuk periode September-Oktober.

Bagaimana penjualan mobil segmen passenger menjelang Lebaran?

Biasanya di segmen passenger itu kalau menjelang Lebaran begini, kami dapat menaikkan penjualan 10%–20% dibandingkan dengan penjualan pada bulan normal. Tetapi secara keseluruhan, terkoreksi oleh segmen lain yang mengalami penurunan.

Apa pengaruh regulasi dan kebijakan pemerintah yang dinilai dapat mengerem laju pertumbuhan penjualan otomotif seperti BI rate maupun down payment (DP) untuk kredit kendaraan bermotor?

Ini tantangan untuk semua merek. Mereka semua mengalami hal yang sama. Regulasi pemerintah terkait institusi keuangan, baik ituleasing atau perbankan, ternyata pasar itu cepat menyesuaikan dengan kondisi. Sehingga praktis satu semester kemarin bisa dibilang pasar masih tumbuh lebih besar daripada 2012, artinya pertumbuhan masih ada. Hanya memang pertumbuhan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pada awal-awal memang ada pengaruhnya, pada saat diberlakukan aturan soal DP pembelian kendaraan, penjualan turun. Tetapi dalam perjalanannya mulai stabil karena itu adalah aturan main, sehingga semuanya mulai berjalan. Jadi sekarang sudah tidak terasa.

Kenaikan BBM juga berpengaruh. Biasanya efeknya sampai 25%, tetapi untuk kondisi sekarang, antara bulan sebelum kenaikan dan sesudah, kami masih mencatat penjualan yang hampir sama, masih ada pertumbuhan meski hanya sedikit.

Comments are closed.

Login

Lost your password?
Back To Top