Indonesian  English

Powered by Translate
  • Instagram
  • Subcribe to Our RSS Feed

Ini Langkah Strategis Bosowa Hadapi ‘Tahun Sulit’

Jul 12, 2016   //   by Muhammad Fitrah   //   Berita  //  No Comments

sadikin aksa, ceo bosowa

Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat pelaku usaha memikirkan beragam strategi agar bisa bertahan dan berkembang. Termasuk Bosowa Corporation yang memiliki delapan grup usaha bisnis di antaranya Group Automotive, Bosowa Financial Service, properti, fondation, dan energi.

CEO Bosowa Corporation Sadikin Aksa mengatakan ekonomi sekarang perlu diwaspadai. Tiga tahun terakhir ini adalah masa, bukan terburuk, akan tetapi mulai buruk di ekonomi Indonesia.

“Apa lagi kita bilangnya tahun lalu itu paling rendah dan akan ada peningkatan tahun 2016. Tapi yang terjadi, 2016 lebih buruk dari 2015. Bukan cuma penjualan mobil, tetapi penjualan semen dan infrastruktur juga,” kata Sadikin pada Halal Bihalal bertajuk Jalin Silaturahmim Memaknai Kebersamaan di kantor pusat PT Bosowa Berlian Motor (BBM), Jl Urip Sumoharjo No 266, Makassar, Senin (11/7/2016).

Halal bihalal ini turut dihadiri CE Group Automotive Bosowa Subhan Aksa, Direktur Bosowa Fondation Melinda Aksa, CEO PT PSM Munafri Arifuddin, dan Direktur Bosowa Property Athirah Aksa.

“Semen juga cukup merasakan. Oleh karena itu, efesiensi harus kita jalankan secepat mungkin. Di semen sudah kita jalankan dan saya minta di Group Automotive dan Group Financial mari kita sama-sama kita berpikir efisiensi,” jelasnya.

Salah satu langkah di Bosowa Semen yakni memindahkan kantor operasional dari Menara Bosowa ke Bosowa Semen Plant Maros. Langkah lainnya terus dilakukan sembari menunggu pasar membaik.

“Lebih baik mengantisipasi market yang turun daripada terlalu optimis market naik. Market masih ada namun tidak sebesar dulu. Mungkin seperti mengurangi bahan-bahan yang harus dijual atau stok (kalau mobil) dan kalau di semen mungkin pabrik tidak akan dinyalakan semua,” ujarnya.

Selain efisiensi operasional maupun pasar, ke depan akan ada efisiensi sumber daya. Menurutnya, aset terbesar Bosowa adalah karyawan loyal. Tapi saat sekarang yang dibutuhkan bukan hanya loyal melainkan juga yang bisa berpikir di luar kapasitasnya.

“Jadi jangan berpikir itu-itu saja. Mari kita cari market, mari kita kembangkan Bosowa. Mari berpikir di luar kapasitas dengan banyak sharing dengan teman-teman. Jangan egois untuk bekerja sendiri. Hal yang perlu adalah kerja sama. Kita harap karyawan bisa mengembangkan Bosowa,” ujarnya

Leave a comment

Login

Lost your password?
Back To Top